Memberi dengan Dedikasi sebelum Menerima

Hampir setiap malam, saya bekerja menjadi waiter pada Lesehan Raos Eco, sebuah rumah makan yang menyajikan Gudeg di Jl Dagen, seputaran Jl Malioboro yang fenomenal.

Setiap hari juga akhirnya bersua dengan banyak ragam orang, mulai wisatawan lokal, manca negara, pegawai toko, orang-orang yang bekerja dalam dunia wisata, preman, dan tentunya pengamen.Pengamen pun memiliki ragam masing-masing, mulai dari anjal usia tak lebih dari 8 tahun, ibu-ibu tua rantau dari magelang yeng berusia 60an tahun, dan para pemuda kisaran usia 20-30an tahun. Tentu banyak penyakit masyarakat yang beredar, tapi kita akan coba bahas masalah dedikasi yang tak mengenal lini penerapan.

Seringkali kata dedikasi hanya menempel pada perusahaan, pegawai kantoran, marketing, dll. Tapi penerapan dedikasi pada semua lini akan menghasilkan return yang tentu lebih besar, apalagi ditambah dengan strategi dan segmentasi.

Ada 2 orang pengamen yang kerap bertandang ke Raos Eco, satunya seorang pemuda dengan gitarnya berusia 30 tahun dan seorang ibu berusia 60an tahun dengan icik-iciknya. Keduanya meraih rupiah yang cukup signifikan dibanding pengamen lain, hal ini bisa karena mereka menerapkan dedikasi, segmentasi, dan strategi tanpa mereka sadari.

Dedikasi mereka tampak dari jumlah lagu yang mereka nyanyikan, dengan penuh dedikasi mereka bernyanyi hingga lebih dari 30 menit, tentu konsumen akan senang dan merasa bukan hanya berhadapan dengan pengemis yang berpura-pura menyanyi, juga tanpa mereka tahu berapa yang akan diberikan konsumen.

Strategi mereka adalah dengan memilih lagu yang sesuai dengan sementasi yang mereka masuki, sang pemuda, tentu saja karena masih muda, menyanyikan lagu popular, sedangkan sang nenek sendiri menyayikan berbagai tembang jawa. Pun lagu popular masih diselipi lagu berbahasa Jawa.

Hasilnya? Income mereka hingga 3-5 kali lipat UMR Jogja, jauh dibanding para anjal yang hasilnya bahkan untuk makan saja susah.

Hal ini tentu akan labih bermanfaat jika diaplikasikan dalam suatu perusahaan bersistem, jelaskan produk, keunggulan, dan value yang kita jual bahkan kepada konsumen yang kita bahkan ragu akan membeli. Memperbanyak lead, kapanpun dan dimanapun akan mambangun pondasi penjualan yang kuat esok hari.

Siapkan produk yang memiliki strategi pemasaran sesuai dengan pangsa pasar atau segmentasi kita. Tentu akan pas mengemas produk untuk kalangan bawah dengan jumlah sedikit (misal deterjen sachet, dll).

Kalau mereka bisa, tentu Anda bisa.

by Fajri the @nganggurpreneur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *