Fleksibilitas dalam Marketing

Kemaren, saat tengah asik menjahit, tiba-tiba salah satu rekan kerja menghampiri dan mengatakan ada yg ingin ketemu. Benerin baju, pasang muka ganteng, lalu keluar workshop.

Pas keluar ternyata ada mas-mas usia 20an awal dengan baju rapi dan mata berbinar penuh semangat menatap masa depan #nguk, menyalami dengan penuh antusias. Setelah memperkenalkan diri, ternyata dia dari salah satu bank swasta yang hendak menawarkan produk perbankannya.

Mulailah dia menawarkan produknya, ternyata dia dari bagian landing (menawarkan pinjaman), fleksibilitas mulai terlihat dengan dia mencoreti banyak bagian di brosurnya, mulai dari batas pinjaman yang bisa dinaikkan dan diturunkan, bunga pinjaman yang bisa diturunkan, jangka waktu yang bisa diperpanjang, dan yang luar biasa, sistem pembayaran yang belum tentu anuitas, tergantung kesepakatan kita.

Terbersit untuk mengetes sekaligus mencari tahu seperti apa SOP bank tersebut dalam menawarkan produk-produknya. Karena dari bagian landing, saya sengaja tanya masalah kartu kredit, dengan antusias pula dia menjawab “Oh ada pak”, lalu saya bilang “saya sudah ditawari Bank *** dengan limit **jt”, dijawabnya “gampang pak, nanti masalah limit bisa diatur, bapak mau berapa?”, sedikit mempersulit lagi, saya katakan “Tapi saya ditawari kartu kedua untuk istri gratis biaya tahunan mas”, dijawab juga “Memang begitu pak, di kami juga gratis untuk kartu kedua”, mantap!

Selesai membicarakan kartu kredit, kami masuk ke level 2 #tsah, membicarakan divisi yang berbalikan arah dengan divisi dia, membicarakan funding (tabungan, deposito, dll). Saya jelaskan bahwa saya merasa sedikit tertipu karena di bank saya saat ini, katanya dengan jumlah dana di rekening di atas batas minimum maka tidak dikenakan operasional bulanan, ternyata per akhir tahun 2012, peraturan itu dicabut dan tetap dikenakan operasional bulanan. Merespon hal itu, dengan gesit dia menawarkan deposito “Di kami ada pak produk, saya lebih menyarankan deposito untuk dana mengendap, karena hasilnya lebih besar”, saya tanya “kalau rekening mas?” dijawabnya “ada pak, nanti operasional dan bunga bersaing”.

Akhirnya semua ditutup dengan tukar kartu nama, dan salam + senyum hangat yang memperhangat suasana siang itu yang sudah cukup panas.

Dari presentasi yang cukup singkat itu, cukup membuat kagum betapa fleksibel bank & marketing tersebut dalam menawarkan produknya. Brosur dibuat hanya sebagai patokan dasar, apapun keinginan konsumen akan coba diakomodir, termasuk sedikit ‘mengedit’ isi brosur. Ditambah pengetahuan divisi lain sehingga sehingga marketing akan tetap mampu menjual walaupun bukan produk divisinya. Bagi marketing juga tentu akan menambah nilai plus di mata perusahaan karena mampu menjual produk lintas divisi dan memiliki banyak customer karena kemampuan marketing dalam menawarkan produk perusahaan sesuai kebutuhan konsumen (lintas niche). Keuntungan perusahaan dengan memiliki pola dan staf marketing yang fleksibel sudah jelas, penjualan lintas divisi meningkat.

Kalau Anda saat ini berbisnis broker property, tentu bisa mencari relasi pemborong property, sehingga jika suatu saat Anda menjual tanah, bisa sekaligus anda tawarkan saja sekalian jasa membangunnya. Sekali mendayung dua karung uang termiliki 😀

Selamat menjual dengan fleksibel teman-teman.

Fajri the @nganggurpreneur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *