Gelar Gr untuk Guru

Akhir-akhir ini, dunia pendidikan Indonesia cukup ramai dengan wacana gelar Gr untuk tenaga pengajar. Gelar Gr ini sendiri adalah gelar profesi tenaga pendidik yg didapat setelah menempuh pendidikan profesi selama 1 tahun.

Pendidikan profesi ini bisa ditempuh oleh sarjana pendidikan maupun ilmu non-pendidikan asal masih satu rumpun ilmu, misal sarjana sastra mengajar bahasa.
Hal ini dilatarbelakangi oleh kurangnya jumlah dan kualitas guru yang ada di Indonesia. Karena itu diwacanakan ‘mengahlikan guru dan menggurukan ahli’. Mengahlikan guru dilakukan dengan mengadakan pelatihan, seminar dll untuk guru dan menggurukan ahli dengan merekrut tenaga ahli yang bukan dari sarjana ilmu pendidikan untuk menjadi guru setelah menempuh pendidikan profesi.
Kalau kita memandang dengan positif kebijakan ini, akan banyak hal baik yang seharusnya bisa dibawa oleh penerapan kebijakan profesi Gr ini :
> Bagi para SPd, hal ini menimbulkan tantangan untuk mereka agar menjadi lebih baik karena mereka akan menghadapi persaingan yg lebih ketat, bersaing dengan para sarjana diluar ilmu pendidikan. Persaingan yg ketat sudah sewajarnya menghasilkan output yg lebih baik.
> Untuk para sarjana non-pendidikan, hal ini akan memperluas peluang kerja mereka. Selain itu, pemahaman ilmu murni mereka kadang lebih baik dibanding sarjana pendidikan biarpun mungkin kalah dalam bidang pengajaran, karena itu pendidikan profesi Gr sangat bermanfaat untuk menambah skill kependidikan bagi sarjana ilmu murni.
> Bagi siswa, hal ini juga berimplikasi positif karena siswa akan memiliki kelas dengan perbandingan guru dan murid yg lebih ideal, guru yeng lebih berkualitas, dan berdedikasi.

Dengan porsi APBN yang sedemikian besar untuk dana pendidikan, sudah selayaknya bangsa ini mendapatkan guru-guru terbaik untuk pelajar-pelajarnya. Jepang saja bisa bangkit karena guru ketika dibom, bukan dengan infrastruktur, dll.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *