Romantisme Analog Kodak

 

Saat ini hidup kita semakin dimudahkan dengan digitalisasi di hampir semua bidang, namun terkadang ada kerinduan akan barang-barang analog, seperti film, kaset, dll.

Produsen-produsen produk elektronik saat ini banyak memanfaatkan event-event besar untuk meluncurkan poduknya seperti event MWC yang banyak diisi produsen handphone dan CES yang digunakan berbagai perusahaan untuk meluncurkan produk elektronik mereka. Di CES 2016, semua perusahaan berlomba membuat produk yang dulu cuma bisa dibayangkan dan saat ini sudah hampir diluncurkan ke pasar seperti tv yang bisa digulung, layar 8K, dll.

Ketika hampir semua perusahaan berusaha menjual produk masa depan ala film sci-fi, ada yg unik di booth Kodak, mereka memajang prototype kamera video 8 mm. Kamera gaya oldschool yang menyimpan hasil rekaman di gulungan film, bukan data digital. Produk yang sedikit mengingatkan kita akan masa kecil dulu.

Namun produk seperti ini saat ini semakin susah karena ekosistem yang juga hampir punah, kalau dulu kita bisa cuci-cetak hasil ganteng-dikit-cekrek di pinggir jalan, sekarang hampir tidak ada tempat untuk mencuci roll film video. Hal ini semakin diperparah bahwa saat ini tinggal Kodak perusahaan yang masih memproduksi film

Kodak sadar akan dua hal, bahwa ada tanggung jawab moral sebagai produsen terakhir film & ekosistemnya di dunia & kemajuan jaman yang hampir mustahil dilawan. Di sini briliannya Kodak, Kodak mendedikasikan tim kecil untuk membentuk divisi all-in-one solution untuk konsumen. Konsumen membeli kamera dan film -> merekam -> film dikirim kembali ke Kodak -> Kodak mendigitalkan rekaman menjadi 4K -> video diupload ke server -> konsumen bisa mendownload -> film dikirim kembali ke konsumen. Solusi yang wow untuk menjawab tantangan masa lalu & masa depan. Kodak juga menjual romantisme analog, ada rasa yang tak bisa digantikan ketika kita menunggu hasil rekaman / jepretan. Menunggu itu kadang indah.

Di sisi lain, ketika banyak perusahaan menggunakan big data untuk memperluas pasar & memperbesar konversi, Kodak fokus di satu pasar; Hollywood. Bahkan film Star Wars : The Force Awaken direkam menggunakan film. Perusahaan-perusahaan pembuat video Hollywood sepakat untuk membantu Kodak dengan membuat video memakai film.

Kodak berusaha membuat solusi a-z untuk konsumen & memilih fokus di satu niche, nice.

Bisa sukses kah? Cuma waktu yang bisa menjawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *